Hidroponik DFT Untuk Pemula

Menanam sayur dengan sistem hidroponik memang menyenangkan, setiap saat terlintas model hidroponik apakah yang akan ditanam kemudian…?

Sebagai pemula dan sekedar hoby, ingin rasanya bisa menanam hidroponik dengan semua sistem yang ada.

Berikut ini sharing menanam hidroponik dengan sistem DFT (Deep Flow Technique) untuk pemula.

hal-hal yang saya lakukan

Membuat perangkat hidroponik sistem DFT

  • Membuat rangka hidroponik dengan pipa paralon (PVC)
  • Membuat lubang tanam pada pipa pvc ukuran 2,5 -3 inch
  • Menyiapkan atap plastik uv
  • Menyiapkan pompa celup (pompa aquarium)
Membuat perangkat hidroponik pipa paralon sederhana

Penyemaian

  • Mempersiapkan benih dan media tanamnya (rockwool)
  • Proses penyemaian pada media rockwool yang sudah dipotong kecil-kecil ukuran panjang x lebar x tinggi kurang lebih 2 cm x 2 cm x 2 cm.
  • Basahi rockwool dengan air biasa secukupnya (sampai air tidak bisa terserap lagi).
  • Lubangi rockwool dengan lidi atau alat lain, kemudian tanam benih di lubang tersebut.
  • Tutup rapat dan diamkan minimal 24 jam tanpa terkena sinar matahari.
  • Setelah benih pecah (sprout) dan mulai tumbuh maka semaian harus mulai dikenalkan dengan sinar matahari.
  • Semaian mulai dipindah ke perangkat hidroponik setelah daunnya muncul sebanyak 3-4.

Menyiapkan larutan nutrisi (AB mix)

  • Melarutkan AB mix ke dalam air, nutrisi A dan B masing-masing dilarutkan dalam 500 ml air sumur atau air hujan yang sudah diendapkan minimal 24 jam.
  • Simpan sebagai larutan nutrisi biang di tempat yang terhindar dari sinar matahari secara langsung.
  • Encerkan beberapa mili larutan AB mix biang ke dalam perangkat hidroponik yang sudah terisi air sampai didapatkan PPM nutrisi 700 – 1000 dan pH 5,5 – 6,5.

Memindahkan Tanaman ke Perangkat Hidroponik

Proses pindah tanam pada hidroponik idealnya dilakukan sebanyak 2 kali, pertama dari semai ke perangkat peremajaan hidroponik dimana diberikan nutrisi dengan PPM sedang (500 – 700 PPM), kedua dari peremajaan ke pembesaran sampai panen tiba dimana PPM nutrisinya dinaikkan menjadi 1000-1500 tergantung kebutuhan dan jenis tanamannya. Di perangkat pembesaran disediakan jarak tanam yang lebih lebar satu sama lain untuk mengakomodir pembesaran tanaman seiring masa panen.

Berhubung hanya sebatas hoby dan menyederhanakan proses maka saya tidak menggunakan peremajaan, akan tetapi langsung proses pembesaran dan sampai panen, dengan pemberian nutrisi 1000 PPM.

Perawatan hingga panen sayur hidroponik

Perawatan sayur hidroponik sangat mudah, kita hanya perlu memeriksa larutan nutrisi di bak nutrisi jangan sampai air nutrisi surut di level bawah pompa air, apalagi sampai kehabisan.

Pompa air yang tidak terendam akan mengurangi umur kerja pompa, jadi kita harus jaga agar air nutrisi masih pada level merendam pompa air.

Sebelum ditambahkan air nutrisi yang baru, dicek dulu PPM dan pH nutrisi di bak, untuk memperhitungkan penambahan nutrisi AB mix dan pH buffernya.

Penambahan air nutrisi bergantung pada umur dan jenis tanamannya. Tanaman yang mendekati masa panen akan lebih banyak menyerap air nutrisi.

Dari semai hingga panen membutuhkan waktu bervariasi, tergantung jenis tanaman, perlakuan penanaman atau perawatannya, pemenuhan nutrisi dan sinar matahari yang cukup.

Kalau saya sendiri biasanya tanaman sudah mulai bisa di panen setelah usia tanamnya sudah lebih dari 35 hari.

Sayur hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *