Belajar Hidroponik

Pengertian Hidroponik

Menurut wikipedia.org, Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman.

Jadi intinya adalah bercocok tanam menggunakan media selain tanah dengan memperhatikan asupan nutrisi tanaman melalui air yang mengandung mineral terlarut di dalamnya.

Tanaman terestrial dapat tumbuh dengan hanya akarnya yang terpapar larutan mineral, sedangkan akarnya bisa ditopang oleh media inert, seperti perlite atau kerikil.

Nutrisi yang digunakan dalam sistem hidroponik dapat berasal dari berbagai sumber, bisa dari produk sampingan dari limbah ikan, kotoran bebek, atau pupuk kimia yang dibeli.

Teorinya adalah tanaman akan tumbuh dengan baik apabila asupan nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi, sinar matahari dan oksigen juga terpenuhi. Fungsi tanah disini hanya untuk penopang atau penyangga tanaman agar tidak roboh sedangkan air adalah sebagai pelarut nutrisi tanaman untuk kemudian dapat diserap oleh akar.

Fungsi tanah sebagai penopang atau penyangga diganti menggunakan bahan atau benda apa saja yang bersifat inert sehingga tidak akan mempengaruhi kandungan mineral sebagai nutrisi tanaman.

Secara bahasa, hidroponik berasal dari bahasa Yunani “hydro” yang berarti air dan “ponos” yang berarti kerja. 

Kebun hidroponik

Macam-macam Sistem Hidroponik

Menurut wikipedia.org sistem bercocok tanam hidroponik bermacam-macam, antara lain :

  • Static solution culture (kultur air statis)
  • Continuous-flow solution culture, contoh : NFT (Nutrient Film Technique),DFT (Deep Flow Technique)
  • Aeroponics
  • Passive sub-irrigation
  • Ebb and flow atau flood and drain sub-irrigation
  • Run to waste
  • Deep water culture
  • Bubbleponics
  • Bioponic
PT Hidroponik Agrofarm Bandungan

Static solution culture (Sistem air nutrisi statis)

Di Indonesia, Static solution culture lebih dikenal dengan istilah teknik apung (rakit apung) dan sistem sumbu (wick system). Merupakan sistem paling sederhana dari semua jenis sistem hidroponik.

Static solution culture adalah budidaya hidroponik dengan air nutrisi statis (tidak mengalir), akar tanaman selalu tercelup air nutrisi.

Air nutrisi bisa ditempatkan dalam wadah ukuran kecil seperti botol, gelas, atau ember (biasanya untuk skala hobi), bisa juga ditempatkan pada bak besar atau kolam dengan ukuran yang luas dengan kedalaman tertentu (biasanya untuk skala industri).

Perbedaan sistem rakit apung dengan sistem sumbu (wick system) adalah kalau rakit apung maka tanaman langsung mengapung di atas larutan air nutrisi dibantu dengan bahan pelampung (biasanya menggunakan bahan sterofom) yang dilubangi untuk tempat netpot (pot tanaman).

Sedangkan pada sistem sumbu maka ada space atau jarak antara netpot (pot tanaman) dengan larutan nutrisi. Untuk menghantarkan nutrisi dari bak air nutrisi ke akar tanaman dibantu dengan sumbu (biasanya menggunakan kain flanel) yang dipasang pada netpot yang nempel ke akar tanaman kemudian ujung dari sumbu tersebut tercelup ke air nutrisi.

Pada sistem sumbu asupan oksigen ke akar dan air nutrisi akan lebih baik dibandingkan dengan sistem rakit apung karena terdapat space ruang udara antara tanaman dan air nutrisi.

Sistem rakit apung dalam skala industri biasanya dipasangi mesin aerator (pembuat gelembung udara) di bak penampungan air nutrisi untuk memperkaya oksigen terlarut di dalamnya dan bisa berfungsi untuk sedikit mengaduk larutan nutrisi yang berada di dasar. Disamping itu biasanya memodifikasi sistemnya dengan memasang pompa air untuk mensirkulasi air nutrisi di dalam bak dengan harapan dapat menambah oksigen terlarut dan nutrisi bisa tersebar merata ke semua area tanam dalam bak
sehingga pertumbuhan tanaman akan merata.

Larutan nutrisi sebaiknya diganti atau ditambah secara berkala sesuai prosedur. Air nutrisi akan selalu berkurang karena menguap dan terserap oleh tanaman. Jangan sampai air nutrisi habis atau menyebabkan akar tanaman tidak dapat menjangkau air nutrisi. Setiap kali air nutrisi berkurang hingga level tertentu, maka perlu menambahkan air atau larutan nutrisi segar sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman.

Pada budidaya hidroponik, kepekatan larutan air nutrisi dinyatakan dengan satuan TDS (Total Solid Dissolved) atau PPM (Part per Million).

Continuous-flow solution culture, (Sistem aliran kontinyu)

Dalam sistem aliran kontinyu, larutan nutrisi terus mengalir melewati akar. Variasi yang populer adalah NFT (Nutrient Film Technique), di mana aliran air nutrisi yang sangat tipis disirkulasi melewati akar-akar tanaman di dasar permukaan media tanam. Sistem NFT yang baik harus memperhatikan kemiringan saluran (larutan nutrisi dan tanaman), laju aliran larutan nutrisi, dan panjang saluran dengan tepat.

Keuntungan utama dari sistem NFT dibandingkan bentuk hidroponik lainnya adalah akar tanaman terpapar dengan pasokan air, oksigen, dan nutrisi yang memadai. Dengan pasokan nutisi, air dan oksigen yang maksimal maka pertumbuhan tanaman akan lebih cepat, hasil panen berkualitas, produktifitas menjadi lebih tinggi.
Sistem NFT juga lebih hemat dalam pemakaian air karena sirkulasi air nutrisi yang dialirkan ke tanaman sangat tipis dan tidak ada genangan air di instalasi hidroponik.

Sistem NFT mengharuskan aliran air nutrisi berlangsung terus menerus sehingga apabila listrik mati atau pompa air nutrisi mati dalam waktu yang relatif lama maka tanaman akan kekurangan nutrisi dan bisa layu atau bahkan mati.

Selain sistem NFT ada juga sistem DFT (Deep Flow Technique) yaitu tehnik aliran dalam, dimana ada genangan air nutrisi dalam instalasi hidroponik sehingga apabila pompa air mati atau berhenti maka masih ada larutan nutrisi untuk tanaman.

Dengan genangan larutan nutrisi pada sistem DFT ini maka asupan oksigen ke akar tanaman menjadi lebih sedikit jika dibandingkan dengan sistem NFT. Produktifitas masih di bawah sistem NFT.

Sistem Aeroponik

Sistem Aeroponik adalah berhidroponik dimana pemenuhan asupan nutrisi ke tanaman dilakukan dengan langsung menyemprotkan larutan air nutrisi ke akar pada tekanan tinggi sehingga menghasilkan butiran-butiran nutrisi yang sangat halus. Penyemprotan dapat dilakukan secara kontinyu atau berkala.

Kelebihan aeroponik adalah bisa menanam setiap jenis tanaman asal dilakukan dalam sistem aeroponik yang benar, karena lingkungan mikro dari aeroponik benar-benar dapat dikontrol. Pada aeroponik, tanaman saat jeda pembasahannya bisa menyerap 100% oksigen yang ada, dan karbon dioksida pada bagian akar, batang, serta daun, sehingga mempercepat pertumbuhan biomassa dan mengurangi waktu perakaran.


Fogponics

Fogponics adalah turunan dari aeroponik dimana larutan nutrisi di aerosol dengan diafragma getar pada frekuensi ultrasonik. Butiran larutan nutrisi yang dihasilkan dengan metode ini cenderung berdiameter 5–10 µm, lebih kecil jika dibandingkan dengan cara memakai nosel bertekanan, seperti pada aeroponik. Ukuran butiran air nutrisi yang lebih kecil memungkinkannya dapat berdifusi di udara dengan lebih mudah, dan memberikan nutrisi ke akar tanpa membatasi akses mereka ke oksigen.

1 thought on “Belajar Hidroponik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *